Pandeglang – Bantuan berupa perangkat komputer, sound system, buku, meja dan perangkat bermain untuk TK Mandiri di Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten ditelah disalurkan pada Kamis (24/10). Satu bulan lalu, TK Mandiri terancam dihapus oleh dinas lantaran sering terlambat membuat laporan rutin karena tidak memiliki komputer.

“Tidak ada komputer di sekolah, saya sendiri juga tidak memiliki komputer pribadi. Biasanya kalau mau buat laporan harus minjam komputer dulu. Itu juga jauh pinjamnya. Memakan waktu, makanya suka lama kalau bikin laporan,” ujar Opi, guru TK Mandiri.

Sekolah ini berdiri sejak tahun 2015 dan resmi miliki izin operasional. Namun, sarana dan prasarana di sana masih belum memadai. Kondisi bangunannya masih belum diplester, jendelanya masih dari bambu, pintunya belum memiliki kunci, belum ada kwh listrik, belum ada lemari sebagai tempat penyimpanan, belum ada arena bermain, dan sebagian lantainya masih tanah.

Jumlah siswanya sebanyak 27 siswa dengan tenaga pengajar 2 orang. Selain sarana dan prasarana yang kurang memadai, jumlah pengajar serta pengetahun pengajar akan kurikulum yang diajarkan masih kurang memadai. Kurikulum yang diajarkan masih acak lantaran tidak adanya kurikulum.

Apa yang diajarkan ke anak-anak hanya yang dipahami oleh gurunya. Guru di sini seringkali kebingunan tentang materi apa harus diajarkan ke anak-anak. Bahkan untuk anak usia dini yang belum boleh belajar baca tulis, di sini sudah diajarkan baca tulis. Opi, selaku guru di sana menyadari kalau apa yang ia lakukan adalah salah. Namun, hal ini terpaksa ia lakukan lantaran kurang memahami apa yang seharusnya diajarkan ke anak-anak usia dini.

Tidak adanya kurikulum serta tidak ada yang bisa mengarahkan membuat guru di sini kebingungan. Meskipun sudah berusaha untuk meminta bantuan terkait hal ini pada dinas terkait, hasilnya masih nihil. Opi dan Dedeh selaku guru akhirnya terpaksa mengajari anak-anak di sini baca tulis. Belum lagi, tuntutan orang tua murid yang anaknya ingin diajari baca dan tulis sejak dini.

“Anak saya, baru masuk tahun ajaran baru ini. Dia masih malu-malu. Kalau disuruh nulis saja masih suka susah. Tapi gak masalah, yang penting anaknya mau sekolah dulu. Buat persiapan masuk SD. Jadi, nanti kalau sudah masuk SD dia sudah biasa berinterkasi dengan temannya dan sudah bisa baca tulis juga,” ungkap Misri salah satu orang tua murid TK Mandiri.

Sedikit demi sedikit TK Mandiri sedang membenahi kondisinya supaya kedepannya semakin baik. Murid-muridnya bisa nyaman belajar serta jumlah muridnya semakin bertambah, memiki sarana dan prasarana yang lengkap, dan tidak lagi mendapatkan teguran lantaran sering telat membuat laporan rutin.

Alhamdulillah. Terima kasih atas bantuannya. Semoga anak-anak di sini jadi semakin semangat belajar, apalagi mereka dapat meja belajar. Jadi, kalau mau nulis dan menggambar gak susah lagi. Terus dengan adanya komputer, mudah-mudahan bisa mengejar laporan yang sudah tertinggal jauh,” ujar Opi.

%d bloggers like this: