JAKARTA – Program Karyaku untuk Bantu Pedalaman perdana dilaksanakan di SD Islam Al Ikhlas, Cipete. Sebanyak 224 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Siswa tersebut terdiri dari kelas 4 sebanyak 5 kelas dan kelas 5 sebanyak 4 kelas. Karya yang dibuat oleh siswa-siswi SD Islam Al Ikhlas ialah talenan art.

Kegiatan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama untuk siswa kelas 4 dan sesi kedua untuk kelas 5. Baik siswa kelas 4 atau 5 mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sebelum memulai arahan, anak-anak dibagi perkelompok terlebih dahulu untuk memudahkan dalam mengarahkan mereka membuat talenan art. Meski arahan belum dimulai, anak-anak banyak yang sudah tidak sabar ingin mengetahui cara membuat karya seni tersebut.

Siswa-siswa SD Islam Al Ikhlas sedang mendapatkan arahan mengenai cara membuat talenan art

Sebelumnya, anak-anak sudah terlebih dahulu membawa foto yang di-print pada kertas hvs yang nantinya foto tersebut ditransfer pada talenan. Pada tahapan menempel foto yang sudah di-print ke talenan, anak-anak tidak begitu mengalami kesulitan. Hanya saja beberapa dari mereka banyak yang tidak sabar ingin segera menempelkan foto ke talenan meskipun lem yang dipakai untuk menempelkan masih belum rata dan masih sedikit. Setelah kertas ditempel pada telenan, kemudian dijemur hingga kering.

Tahapan paling sulit ialah ketika melepaskan kertas dari telanan. Dibutuhkan kesabaran dan kehati-hatian agar gambar yang sudah menempel tidak rusak. Untuk melepaskan kertas dari talenan membutuhkan air. Air ditetes-teteskan pada kertas, kemudian secara perlahan kertas dikelupas hingga yang tersisa bagian foto yang menempel pada talenan. Tak sedikit anak-anak yang gambarnya terkelupas karena terlalu banyak air, belum kering, dan terlalu keras saat melepaskan kertasnya. Dalam proses ini lah kesabaran anak-anak diuji.

“Seru banget bikin talenan art ini. Cuma agak sulit pas netesin air dan lepasin kertasnya. Harus hati-hati biar gak ikut ilang gambarnya,” ungkap Zura siswi kelas 5C.

Sama seperti Zura, Paris, siswi kelas 4E juga mengungkapkan kesenangannya membuat talenan art. Bahkan ia ingin membuat lagi di rumahnya karena masih penasaran dan ingin belajar lagi. Baik Zura maupun Paris keduanya mendapat apresiasi dari orang tua mereka. Karya mereka mendapat pujian dan orang tua mereka pun penasaran dengan cara membuat talenan art tersebut.

Talenan art yang sudah jadi, lalu dilelang ke orang tua siswa. Uang hasil lelangnya kemudian di donasikan untuk membantu pedalaman. Paris berhasil melelang karyanya sebesar Rp100 ribu dan Zura berhasil melelang dengan harga Rp400 ribu.

“Di sini kami mengajarkan nilai-nilai ekonomi dan jual beli kepada anak-anak. Namun, baru kali ini melakukan kegiatan lelang. Anak-anak belajar sekreatif mungkin untuk melelang hasil karya mereka agar mendapatkan yang terbaik. Kemudian hasil lelangnya bukan buat mereka, melainkan untuk disumbangkan. Selain belajar kegiatan ekonomi, mereka diajarkan berbagi dengan sesama dan pastinya menumbuhkan sikap peduli dengan sesama,” ujar Uun Susilawati, S.Pd. selaku guru kelas 4.

Antusias anak-anak tak hanya terlihat saat proses membuat talenan. Ketika selesai membuat talenan ada anak yang meminta talenan lagi untuk membuat karya baru. Bahkan Uun mengatakan, ada orang tua murid yang sampai mengirimkan foto talenan yang kedua sisinya sudah dipakai untuk membuat talenan art.

“Anak-anak sangat antusias sekali. Bahkan ada cerita pada saat proses lelang. Jadi, ada anak yang melelang karyanya ke neneknya. Cuma neneknya itu sedang di luar kota dan ia tetap mau menunggu sampai neneknya pulang. Padahal ibunya sudah mau membeli talenannya, tapi anak ini tetap gak mau karyanya dibeli mamahnya karena neneknya mau membeli dengan harga yang lebih tinggi,” ungkap Uun.

Talenan art hasil karya siswa SD Islam Al Ikhlas, Cipete

Program Karyaku untuk Bantu Pedalaman mengajarkan anak berbagi dengan cara yang menarik, yaitu membuat karya seni yang kemudian di lelang. Hasil lelangnya digunakan untuk membatu pedalaman, khususnya untuk membangun Sekolah di Lembata. Di sini ada nilai edukasi bagi anak-anak. Di mana anak-anak tidak hanya menunggu diberikan uang dari orang tua, melainkan anak juga belajar berbagi dari hasil jerih payahnya sendiri.

Uun berharap kedepannya akan ada kegiatan yang lebih seru dan menarik lagi yang bisa diadakan oleh Sahabat Bangun Negeri Foundation bersama SD Islam Al Ikhlas. Serta kegiatannya bisa dilakukan oleh kelas 1 sampai kelas 6, tidak hanya untuk kelas 4 dan 5.

%d bloggers like this: